Comments

Pages

Kamis, 10 Maret 2011

Maling cilik yang sukses (CERPEN)

Posted by at 02.12 Read our previous post
Ketika pulang dari sekolah SD, nasdir lewat di depan rumah tetangga nya. Lalu ia melihat mangga yang besar dan sudah masak. Di benaknya, ia pun berfikir untuk mengambil mangga itu, Dan membawa pulang mangga tersebut. Lalu ibunya pun bingung, dari mana anak tadi mendapat kan mangga tersebut. Ibu nya pun bertanya kepada anaknya. “ nak, dari mana kamu dapat mangga itu?”. Lalu anaknya pun menjawab “ hm.. bu, mangga ini di beri kan oleh teman saya yang baru pulang dari  Jakarta bu!”. Ibunya pun percaya kepada anaknya.
Lalu, si nasdir pun pergi bermain dengan temannya. Mereka bermain di rumah temannya yang sangat kaya yang bernama krisna. Ketika sedang  asyik bermain, si nasdir menemukan emas di dalam rumah si krisna. Dia langsung mengambil emas tersebut tanpa bertanya kepada orang rumah tersebut. Setelah lama bermain, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Si nasdir tersebut sangat senang mendapat kan emas tersebut.
Keesokan harinya ia pergi ke sekolah, tiba di kelas teman-temannya bercerita tentang sepeda baru yang ia miliki. Semua teman-temannya memiliki sepeda dan mereka sangat asyik menceritakan tentang kehebatan sepeda nya tersebut. Si  nasdir pun merasa iri dan jengkel kepada teman-temannya. Lalu ketika ia pulang ke rumah, dengan nada yang agak tinggi ia pun meminta kepada ibunya untuk membelikan sepeda untuknya, nasdir pun berkata “bu aku ingin sepeda baru, yang mahal dan yang bagus bu”.ibunya  pun menjawab “ nanti nak, ibu belum punya uang, uang sekolah mu saja belum di bayar nak”. Lalu, karna nasdir sangat kesal, ia pun membentak ibunya sambil menghempas pintu rumahnya, “pokoknya aku mau sekarang bu, aku mau sekarang juga “. Akhirnya nasdir masuk ke dalam kamarnya. Lalu tiba-tiba ia teringat dengan emas yang ia dapat di rumah si krisna. Lalu ia pun  berkata di dalam hati sendiri, “ eh,ia. Kan aku bisa jual emas ini untuk membeli sepeda baru yang mahal dan keren, aku akan menjualnya sekarang” .
Lalu ia pun menjual emas itu kepada tukang emas. Dan uang nya pun lumayan cukup untuk membeli sepeda baru. Dengan semangat 45, ia pun pergi membeli sepeda dengan uang yang telah di dapatnya dari hasil jual emas tersebut. Lalu didapatnya lah sepeda baru yang bagus seperti yang diinginkan nya. Sepedanya pun di bawanya pulang dan di beritahukannya kepada ibunya. Lalu ibunya pun melihat anaknya menggunakan sepeda baru. Ibunya pun bingung dan bertanya kepada anaknya, “nak,dari mana kamu mendapat kan sepeda bagus ini??. Anaknya pun menjawab, “ hah…ibu diam saja, ibu tidak perlu tau aku dapat sepeda ini dari mana, yang penting ibu pikirkan saja bagaimana membayar uang sekolah ku”. Ibunya menjawab “ ya TUHAN nak , kamu ini ada apa, kurang ngajar sekali kamu sekarang!”. Nasdir pun kembali menjawab,” hah.., ibu saja tidak bisa membayar kan uang sekolah ku, apalagi untuk membeli sepeda sebagus dan semahal ini, mana sanggup ibu”. Si nasdir pun langsung buru-buru pergi untuk bermain, karna ia sudah muak kepada ibunya yang miskin itu.
Keesokan harinya, dengan bangga dan gagah ia pergi kesekolah untuk mempamerkan sepeda nya yang baru itu, kawan-kawan nya pun bingung dan tercengang dengan sepeda baru yang nasdir miliki. Ketika si nasdir masuk kedalam kelas, ia pun tidak sengaja mendengar perkataan si krisna, bahwa ibunya kehilangan sebuah emas. Ketika ibunya mau pergi kekondangan, baru ibunya sadar bahwa emasnya sudah tidak ada. Itu menjadi perbincangan di dalam kelas si nasdir. Lalu,krisna dan teman-teman lainyya pergi ke kantin untuk belanja sebentar. Sedangkan si nasdir, di kelas dan kelihatan sangat takut dan gugup. Tanpa di sadari, ternyata salah satu teman krisna yang ikut bermain pada saat itu melihat, bahwa yang mencuri emas tersebut adalah nasdir. Dan ia pun segera memberitahu kapada si krisna, bahwa si nasdir yang mencuri emas tersebut. Krisna pun sangat terkejut dengan pemberitahuan temannya. Dengan buru-buru, si krisna langsung menemui si nasdir dan menanyainya, “nasdir, apa betul kamu yang mencuri emas ibu ku??, kamu jujur aja deh!”. Nasdir pun menjawab,” a..a..apaan sih kamu, jangan sembarang nuduh dong, walaupun aku ini miskin, tetapi aku tidak mencuri”. Lalu si krisna pun menjawab ,” kamu jangan bohong deh, kalau kamu bohong kamu akan kena balak sama tuhan. Nasdir pun menjawab,”oke, siapa takut”.
Ketika pulang sekolah, krisna dan ibunya pergi jalan-jalan kepasar. Tiba-tiba krisna dan ibunya melihat emas yang hilang itu. Mereka pun pergi ketempat orang jual emas tersebut. Krisna dan ibunya pun bertanya kepada orang yang jual emas tersebut,” bang, emas ini siapa yang menjual nya ke abang?”. Tukang emas pun menjawab, “ kalau tidak salah bu, seorang anak kecil bu, anak sd, sekitar 2 hari yang lalu ia menjual emas ini kepada saya bu”. Ibunya pun menjawab,”oh…trima kasih pak”. Lalu krisna pun menceritakan apa yang di kasih tau oleh temannya tadi kepada ibunya . Dan dugaan itu pun tidak salah lagi. Ketika si nasdir sampai di rumah, ia pun sangat bingung dengan apa yang harus di lakukannya sekarang. Tiba-tiba lampu pun mati, karna ada konsleting listrik. Jadi mereka menggunakan lampu colok (lampu dinding). Ketika si nasdir ingin menyiapkan buku-buku pelajaran pada malam hari, tidak di sengaja lampu tersebut  tersengggol olehnya. Dan kamarnya pun terlihat api yang sangat besar. Ia pun sangat takut. Dengan cepat ia memberitahu ibunya. Mereka pun meminta tolong kepada warga di sana dan pemadam kebakaran. Tetapi kenyataannya rumahnya pun sudah rata dengan tanah, dan sudah habis di makan api. Si nasdir pun meminta maaf kepada ibunya sambil menangis.
Pada saat itu juga, krisna pun lewat di depan rumah nasdir. Ia langsung pergi untuk mellihat kejadian di sana. Si nasdir pun malu kepada krisna, dan ia pun langsung meminta maaf kepada ibu krisna dan krisna. Ibunya pun juga ikut meminta maaf atas apa yang dilakukan anaknya. Karna si krisna dan ibunya merasa kasihan kepada nasdir, ia pun membantu nasdir dengan cara menyuruh nasdir tinggal di rumahnya. Tetap, sifat nasdir pun tidak juga berubah-rubah, hingga mereka merasa tidak sanggup memelihara nasdir.Tidak sampai satu bulan ia kehilangan rumahnya, tiba-tiba ibunya pun meninggal karna terlanggar oleh mobil. Si nasdir pun sangat sangat menyesal karna tidak mau mendengar apa kata ibunya, dan ia pun termakan dengan kata-katanya sendiri. Ibu krisna pun akhirnya mengangkat nasdir menjadi anak angkatnya dan semua biaya sekolah nasdir di tanggung oleh ibu krisna . Atas kejadian ini, ia pun mulai sadar dengan apa yang ia lakukan. Dan ia sekarang menjadi anak yang baik, pintar, dan patuh kepada orang tua angkatnya.  Nasdir berjanji akan membahagiakan ibunya dan akan mengganti emas tersebut jika kelak ia sudah sukses.  
15 tahun sudah ia lewati. Apa yang di katakana nasdir kepada ibu angkatnya terkabul, ia berhasil membelikkan emas yang baru dan mahal kepada ibu angkatnya. Dan ia pun menjadi pengusaha sukses. Ia dapat membeli rumah mewah dan mobil atas hasil jerih payah nya sendiri. Dan ia pun telah mendapatkan istri yang cantik dan baik kepadanya, dan mereka pun mempunyai momongan. Bahagialah si nasdir, dan kejadian waktu kecilnya pun tak akan ia lupakan. Sedangkan si krisna ia pun juga sama seperti nasdir, ia menjadi pengusaha sukses dan dapat membahagiakan orang tuanya.


FRIEND...SORRY EA KALO CERITA NYA TAK NYAMBUNG.:(SOALNYA BARU-BARU INGIN MENCOBA MEMBUAT CERPEN..TOLONG DI MAKLUMI EA...:D..DI KOMENT EA...:)

KARYA : DESY FEBRIANI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Thirty One is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template